Hukum

All Stories

Polisi Seriusi Kasus Abu Janda

Alasannews, Jakarta---- Polisi akhirnya akan selidiki kasus dugaan ujaran kebencian atas terlapor Permadi Arya atau lebih dikenal sebagai Abu Janda. Dikabarkan penyelidikan akan dimulai dengan pemeriksaan saksi oleh Bareskrim Mabes Polri, Kamis, 28 Mei 2020. Para saksi atas terlapor Abu Janda alias Permadi Arya mendatangi Mabes Polri, Kamis sore ini , para saksi tersebut yaitu Ustdzah Hj. Nena Zaenab dan Ratna Sari. Hal kedatangan para saksi ini atas surat panggilan Cyber Crime Mabes Polri. Mereka didampingi oleh Advokat Djudju Purwantoro, dan rekans, yang juga sebagai Sekjend IKAMI (Ikatan Advokat Muslim Indonesia). Bareskrim Polri mulai tindak lanjut Laporan Polisi (No : STTL/572/XII/2019/BARESKRIM), tertanggal 10 Desember 2019, oleh seorang pelapor bernama Drg. Mariko Herlianko dengan didampingi Advokat dari IKAMI. Abu Janda dilaporkan karena penistaan agama, penghinaan (hate speech) melalui media elektronik. melontarkan kata-kata yang dianggap ujaran kebencian di media sosial. Adv. Djudju Purwantoro, sebagai kuasa hukum para saksi, mengatakan "iya rencananya pada sore hari ini akan diadakan pemeriksaan kepada para saksi saat dihubungi reporter". Djudju sebagai kuasa hukum, juga menyampaikan sudah menyiapkan beberapa barang bukti berupa postingan Abu Janda di Medsos, yaitu penistaannya kepada Islam, antara lain dia mengatakan ; "Jadi jangan bilang Teroris tidak ada agama. Agamanya islam." Saksi Ustadzah Nena mengatakan, pihaknya sudah cukup lama menunggu lebih dari tiga bulan, agar laporan kepada Abu Janda bisa diproses hukum oleh kepolisian secara profesional. Lebih lanjut bu ustdzah Nena juga menekankan bahwa di negri ini tidak ada seorangpun yang kebal hukum, termasuk Abu Janda. Oleh karenanya saya berharap aparat penegak hukum harus tetap dan segera memproses kasus ini. Lebih lanjut, Djudju juga menilai Abu Janda ini seperti warga negara istimewa saja, kerap diduga melakukan pelanggaran hukum yaitu ujaran kebencian, terutama kepada umat dan agama Islam. Umat muslim yang mayoritas di negeri ini jadi bertanya- tanya, siapakah sebenarnya seorang Abu Janda, karena laporan polisi terhadapnya sering kandas. Abu Janda patut diduga telah melanggar pasal 28 ayat 2 UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, jo pasal 156A KUHP. Kali ini saya berharap, hukum juga harus tajam kepada si penista terhadap agama dan umat Muslim, agar negeri hukum ini (rechtstaat) tidak terus dilecehkan oleh mereka yang menyebar fitnah dan benci kepada islam ujar Djuju diakhir wawancara dengan awak media

Polisi Seriusi Kasus Abu Janda

Polri Siap Mengusut Teror Diskusi UGM

Jakarta , alasannews.id---Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Kadiv Humas Irjen Argo Yuwono menegaskan, korps bhayangkara siap mengusut peristiwa teror kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).

“Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan,” kata Argo kepada wartawan, Sabtu (30/5).

Meski hingga saat ini belum ada laporan, Argo menegaskan, Polri telah memulai langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut. Sebelumnya, pelaksana kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) mendapatkan teror akan dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK).

Dekan Fakultas Hukum UGM Prof. Sigit Riyanto menjelaskan secara rinci ancaman pembunuhan yang disampaikan OTK terhadap pelaksanan kegiatan hingga kepada keluarganya. Sigit mengungkap, ancaman itu muncul satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan diskusi, yang rencananya digelar tanggal 29 Mei 2020.

“Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, pembicara, moderator, serta narahubung. Berbagai terror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas CLS," terang Sigit Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5).

Bentuk ancaman yang diterima beragam. Yaitu mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman penerima teror, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka.

Polri Siap Mengusut Teror Diskusi UGM

Tiga hari Menghilang Tergulung Ombak Muh. Ali Bin Dg. Manaja Ditemukan Tak Bernyawa

SELAYAR, alasannews.id.----- Upaya penyisiran dan pencarian mahasiswa asal Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan yang dikabarkan nekad menceburkan diri ke laut pada sekitar pukul 08. 00 wita, hari Rabu, (20/05) kemarin, berhasil ditemukan warga, bersama jajaran Pos Ramil, dan Pos Pol Pasilambena.

Korban yang diketahui bernama Muh. Ali Bin Dg. Manaja (22 tahun) ditemukan dalam kondisi mengapung, sekira satu mil arah bibir pantai Dusun Lembang Mate'ne Timur, Desa Lembang Mate'ne. Muh. Ali ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) tidak jauh dari tkp awal tempat melimpahnya korban.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah membengkak, terang Dan Pos Ramil, Kecamatan Pasilambena, Sertu Amiruddin via saluran telefon whatsapp. Jenazah korban ditemukan pada sekira pukul 06.50 Wita. Dari TKP penemuan, jenazah langsung dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban di Dusun Tadu.

Penyerahan dilakukan pada sekitar pukul 07.20 Wita. Usai disemayamkan dan dimandikan, jenazah langsung di bawah ke Masjid dan kemudian dikebumikan. Upaya penyisiran baru membuahkan hasil, setelah tim bersusah payah dan bekerja keras selama kurang lebih tiga hari, tiga malam dan bahkan sempat memperlebar area pencarian sampai ke perbatasan Desa Pulo Madu.

"Ini hari ketiga, kita melakukan upaya pencarian dan alhamdulillah, korban berhasil ditemukan meski sudah dalam kondisi meninggal dunia". Penyiran dimulai pada sekitar pukul 05.30 Wita, usai sholat subuh. Dengan ditemukannya jasad korban, maka operasi sar penyisiran, dan pencarian dinyatakan ditutup secara resmi, kunci Sertu Amiruddin. Secara terpisah, salah seorang saksi mata di TKP yang enggan disebutkan identitasnya mengutarakan, "saat pertama kali ditemukan, biji mata korban nyaris keluar, setelah tiga hari tiga malam terendam air laut. (Andi Fadly Dg. Biritta)

Tiga hari Menghilang Tergulung Ombak  Muh. Ali Bin Dg. Manaja Ditemukan Tak Bernyawa

Enam Belas Jam Proses Penyisiran Korban Laka Laut Tak Urung Ditemukan Warga

SELAYAR, alasannews.id.----- Nasib anas menimpa Muh. Ali (22 tahun) warga Desa Lembang Mate' ne, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan yang dikabarkan hilang, tertelan ganasnya ombak laut Pulau Kalao toa.

Remaja putera berusia dua puluh dua tahun ini dikabarkan hilang pada sekitar pukul 08.00 Wita, usai melompat dari atas perahu milik Caan yang ditumpanginya dari Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate menuju Kecamatan Pasilambena. Danpos Kecamatan Pasilambena, Sertu Amir menjelaskan, "awalnya, perahu berangkat dari kota Benteng dengan tujuan Pasilambena".

Namun dalam perjalanan pelayarannya, perahu singgah bersandar di Dermaga Pulau Kayuadi dan menjemput korban, Muh Ali yang hendak pulang ke kampungnya di Desa Lambang Mate'ne. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, perahu beserta seluruh penumpang, tiba dengan selamat di perairan Kalao Toa, pada sekitar pukul 08.00 Wita, hari Selasa, (19/05).

Hanya saja, perahu tidak bisa langsung sandar dan berlabuh di Dermaga karena terkendala oleh faktor pasang-surut air laut. Melihat kondisi tersebut, korban yang sudah tidak sabar menunggu nekad melompat ke laut dan sampai sekarang belum diketemukan. "Sampai diturunkannya pemberitaan ini korban belum diketemukan dan masih dalam tahap pencaharian," urai Sertu Amir.

Kejadian laka laut ini dibenarkan Kepala Seksi Darurat bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Kep. Selayar, Andi Bahar yang dikonfirmasi wartawan pada hari Rabu, (20/05) malam. "Memang benar, pada sekitar pukul 08.00 wita, hari Selasa, (19/05) telah terjadi peristiwa laka laut dengan korban atas nama, Muh. Ali (22 thn)". Terkait dengan kejadian ini, kami sendiri telah berkoordinasi dengan Pos SAR Selayar, tapi sampai malam ini, belum ada konfirmasi baliknya. (Andi Fadly Dg. Biritta)

Enam Belas Jam Proses Penyisiran  Korban Laka Laut Tak Urung Ditemukan Warga

Polri Amankan Ruslan Buton, Begini Penjelasan Sementara

 Keterangan foto :takawanews.com

Kendari, alasannews.id.---- Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, Ruslan Buton dijemput polisi dari tim gabungan Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tenggara.

Pejabat terkait di Molda maupun Polres Buton membenarkan hal itu pada Hari Selasa (28/5/2020) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. 

Ruslan Buton dijemput di Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Buton, Sulawesi Tenggara dan dibawa ke Polres Buton untuk dimintai keterangan.

Diduga, penjemputan ini berkenaan dengan surat terbuka yang sebelumnya ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam surat terbukanya itu, Ruslan Buton meminta agar Presiden Jokowi mundur dari kursi Presiden RI. 

Saat dijemput, Ruslan Buton tampak kooperatif. Mengenakan kemeja putih, ia tampak disalami orang-orang didekatnya, Bahkan sebelum melangkah keluar rumah, ia sempat berdoa dan melambaikan tangan kepada orang-orang terdekatnya.

Ruslan Buton dalam surat terbukanya juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan akan terjasi revolusi rakyat jika Presiden Jokowi tidak mundur dari jabatannya.

“Bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” kata Ruslan Buton dalam surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Selain mengamankan Ruslan, polisi Juga mengamankan HP merk OPpo A 39 warna gold, KTP atas nama yang bersangkutan . Hingga berita ditayangkan, belum Ada konfirmasi dari maupun keterangan resmi dari polri.tim/alasan

Polri Amankan Ruslan Buton, Begini Penjelasan Sementara

Dua hari Pasca Tertelan Ombak Pasilambena Muh. Ali Tak Kunjung Ditemukan

SELAYAR, alasannews.id.----- Upaya pencarian dan penyisiran hilangnya Muh Ali (22 tahun) warga Desa Lembang Mate'ne, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kep. Selayar, Sulawesi-Selatan, memasuki hari kedua.

Tiga orang personil Pos Ramil Pasilambena masing-masing ata nama Sertu Amiruddin, Serda Abd. Azis dan Serda Sudirman, diterjunkan ke TKP untuk melakukan upaya penyisiran dan pencarian korban. Penyisiran dipimpin Dan Pos Pasilambena, Sertu Amiruddin bekerjasama dengan anggota Pos Pol Pasilambena, IPDA. Abd. Malik.

Pencarian terhadap korban turut melibatkan tujuh puluh orang warga masyarakat, bersama delapan unit perahu jolor, dan dua unit compressor yang digunakan dalam giat penyelaman ke dasar laut. Dan Pos Pasilambena menuturkan korban Muh. Ali (22 tahun) berangkat dari Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate dengan menumpangi perahu bernama KM. Halena yang dinakhodai oleh Caang.

Namun setibanya di perairan Kalao toa, perahu yang ditumpangi korban tak bisa langsung merapat ke bibir dermaga karena terkendala oleh faktor air laut yang sedang surut. Korban yang merasa gerah dan tidak sabar, lalu membuka pakaian dan menyimpan ponselnya tanpa sepengetahuan anak buah kapal serta teman-temannya yang lain.

Sehabis menanggalkan pakaian dan meletakkan ponselnya Muh Ali langsung menceburkan diri ke laut. Korban sendiri baru diketahui hilang pada sekitar pukul 13. 00 wita, hari Rabu (20/05) karena korban yang tak kunjung tiba di rumah.

Menindaklanjuti informasi tersebut upaya pencarianpun dilakukan hingga pukul 24.00 dan kembali dilanjutkan pada hari Kamis, (21/05) subuh. Pencarian dilakukan sampai pukul 16.00 hari Kamis, (21/05) sore.

Namun sayang, karena pencarian korban tak kunjung membuahkan hasil. "Sampai pukul 16.00 wita, hari Kamis, (21/05) sama sekali belum ada tanda-tanda korban akan ditemukan", jelas Dan Pos Pasilambena, Sertu Amiruddin Meski demikian upaya pencarian akan kembali dilanjutkan malam ini hingga hari Jum'at, (22/05), terang Sertu Amiruddin yang dikonfirmasi via saluran whatsapp hari Kamis, (21/05). (Andi Fadly Dg. Biritta)

Dua hari Pasca Tertelan Ombak Pasilambena  Muh. Ali Tak Kunjung Ditemukan

"Toko Global Baru Kota Gorontalo, Terbakar"

Gorontalo. Alasannews.Id-- Pada saat ini Ahad 17 Mei 2020, Toko Global Baru yang beralamat di Jln Teuku Umar Kelurahan Limba Kec. Kota Selatan Provinsi Gorotalo hangus terbakar.

Diketahui isi dari Toko Global Baru tersebut adalah perabotan rumah tangga yang mudah terbakar seperti kursi, springbed, lemari, & Perabotan Rumah Tanggal lainnya.

Di lansir dari sejumlah saksi yang berada di TKP bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.20 wita atau pada siang hari. Kebakaran tersebut di duga karena korsleting listrik yang di mana api berasal dari atap bangunan.

Belum di ketahui secara pasti berapa kerugian yang di alami oleh pemilik Toko Global Baru ini, namun pihak pemadam yang di kerahkan siang tadi ada sekitar 4 tim. Ahad, 17/5/2020

Penulis : Vidya

"Toko Global Baru Kota Gorontalo, Terbakar"

Bendahara BMKG Bandara Sultan Bantilan Tolitoli Pakai Sabu, Begini Kronologi Penangkapannya

Tolitoli, alasannews.id.---- Satuan Narkoba Polres Tolitoli dibawah pimpinan Kasat Narkoba AKP S Kinsale dan Kanit Opsnal Bripka Arter Lumintang berhasil membekuk oknum Bendahara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Bantilan Tolitoli, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 21.00 WITA.

Diketahui, oknum Bendahara BMKG tersebut yaitu MK alisa A (34). Kasat Narkoba Polres Tolitoli mengatakan selain MK, Tim Opsnal juga berhasil mengamankan K alias A (26) seorang petani yang beralamatkan di Desa Pinjan Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli di lokasi yang sama.

“Keduanya ditangkap dilokasi yang sama. MK ditangkap didalam ruang kerjanya yaitu diruang Bendahara Kantor BMKG saat baru selesai konsumsi sabu, sedangkan K kami tangkap diperumahan Dinas BMKG di Bandara Sultan Bantilan Tolitoli saat tengah asyik konsumsi sabu” jelas Kasat Narkoba.

Kronologis penangkapan berawal dari diperolehnya informasi oleh Sat Narkoba Polres Tolitoli bahwa MK sering membawa sabu dan diedarkan di wilayah Tolitoli.

Mendengar hal itu, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Tolitoli langsung melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kebenaran informasi tersebut. Barulah, pada Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 21.00 WITA juga bertepatan dengan menjelang perayaan Idul Fitri, keduanya berhasil diamankan.

Awal mula, Tim Opsnal menemukan K sedang mengkonsumsi sabu didalam perumahan BMKG. Setelah dilakukan penggeladahan badan, didapati 16 sachet sabu dengan berat bruto 2,87 gram sabu dan sebuah timbangan digital yang diisi didalam sebuah tas berwarna merah.

Tak berhenti disitu, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Tolitoli langsung bergerak kembali guna mengungkap keberadaan MK oknum Bendahara BMKG tersebut. Tak berselang lama, MK didapati diruang kerjanya yaitu di kantor BMKG yang baru saja selesai mengkonsumsi sabu.

Dari hasil penggeladahan terhadap MK, Tim Opsnal mengamankan satu sachet sabu dengan berat 0,31 gram yang disimpan didalam saku celana serta alat isap sabu dan puluhan sachet kosong. Kini kedua pelaku diamankan di Polres Tolitoli guna penyidikan lebih lanjut.tribratanews

Bendahara BMKG Bandara Sultan Bantilan Tolitoli Pakai Sabu, Begini Kronologi Penangkapannya

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Narkoba Modus Ekspedisi Sembako di Tengah Pandemi Corona

Cilegon , alasannews.id.----- Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono di dampingi Kabaharkam Polri, Kapolda Banten, Kapolda Lampung, Kakor lantas Mabes Polri, Kadiv Humas Mabes Polri dan Dir Tipid Narkoba menggelar press conference ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di halaman Kantor ASDP Merak, Rabu (20/5/2020).

Direktorat tindak pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap 2 tersangka kasus peredaran sabu, dari tangan para tersangka berhasil menyita sabu seberat 71 kilogram "Total barang bukti yang di sita sebanyak 71 kilogram sabu di tempat yang berbeda, ada di Pekan Baru dan Jakarta" jelas Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat press conference Lebih rinci, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menuturkan, berawal dari info intelijen bahwa di masa pandemi covid-19 sindikat narkoba akan memanfaatkan transportasi logistik untuk mentransit narkoba dari jalur lintas timur sumatera menuju jakarta menindaklanjuti informasi tersebut Sub Satgas Gakkum Ops Aman Nusa II Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri melakukan kerjasama dengan Polda jajaran .

"Kami di bantu oleh Polsek KSKP Bakauheni Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan peredaran gelap 66 kilogram sabu yang di sembunyikan dalam safe deposit box yang dibawa truk PT. AMP di check point pelabuhan Bakauheni pada Jumat (8/5/2020)" jelasnya Kemudian dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan dengan tehnik penyerahan dibawah pengawasan safe deposit box kepada penerimanya di kantor pusat PT. Alidon Expres Makmur Jakarta.

"Dari hasil pengembangan kami berhasil menangkap tersangka RR (25) selaku Dirut PT. Alidon Expres Makmur Jakarta dan pihak penerima kiriman paket sabu" Ujarnya Setelah berhasil melakukan penangkapan tim gabungan kembali memperoleh informasi bahwa BP (DPO) selaku Komisaris PT. Alidon telah menerima 10 kg sabu dari PT. Alidon cabang Pekanbaru yang dikirimkan melalui ekspedisi PT. APM kepada ekspedisi PT. Alidon Cabang Lampung.

Selain itu, informasi lain yang di peroleh bahwa dalam paket milik PT. langkah Hijau (food herbal) juga telah disisipi 5 kg sabu oleh RY (DPK) dan EA (staf packing) yang di kirimkan kepada PT. Alidon Jakarta melalui ekspedisi PT. Dakota "Berdasarkan informasi tersebut tim kembali melakukan penyelidikan dan kembali berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 5 Kg yang dikemas dalam 5 bungkus dalam dus berisi tepung, sopir dan kenek truk expedisi PT. Dakota Jakarta turut diamankan sebagai saksi dan kami pun menangkap EA (22) selaku tersangka yang berperan mempacking sabu pada Minggu (8/5/2020)" tegasnya Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132, Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (Bidhumas)

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Narkoba Modus Ekspedisi Sembako di Tengah Pandemi Corona

DPW PWOIN Riau Minta Tegakkan Undang-Undang Pers, dan Usut Tuntas Pelaku serta Otak Pelaku Pengusiran Wartawan

DPW PWOIN Riau Minta Tegakkan Undang-Undang Pers, dan Usut Tuntas Pelaku serta Otak Pelaku PEKANBARU ----- Dugaan Aksi Premanisme yang diduga dilakukan Ade Marton Ajudan T. Azwendi fajri Wakil ketua DPRD kota Pekanbaru, dan Raden Marwan seorang staff ASN protokol DPRD kota pekanbaru Jum'at (08/05/2020) pukul 20:15 Wib lalu,mendapatkan kecaman keras dari DPW Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau.

" Kita amat menyayangkan sikap dan kecam kedua oknum tersebut, yang diduga tidak memiliki etika dengan memperlakukan Wartawan dengan melakukan dugaan pengusiran kepada Wartawan yang tengah melakukan Peliputan." ungkap Rizal Tanjung Ketua DPW PWOIN Riau.Jum'at (15/05/2020).

Akan laporan yang telah dilakukan Fadila Saputra Pemimpin Umum media siber (online) www.putrariau.com dan Pimpinan Perusahaan media cetak Tiraiinvestigatif ke pihak Mapolsek kota Pekanbaru, dengan no laporan STPL : B/STPL/43/V/2020/RIAU/RESTA PEKANBARU/SEKTOR PBR KOTA adalah langkah yang tepat, " tambah Rizal Tanjung.

Ismail Sarlata Sekretaris PWOIN DPW Riau juga menambahkan, Laporan yang telah diterima tidak hanya sekedar laporan saja. " Kami DPW PWOIN Riau dengan tegas meminta kepada pihak Kepolisian Polresta Riau melalui Kapolsek Kota Pekanbaru, dapat menegakan Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999 pasal 18 ayat (1) yang berbunyi : Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)." Kami DPW PWOIN Riau juga meminta, pihak Mapolsek kota Pekanbaru dapat mengusut tuntas tidak hanya dari sisi pelaku saja. Melainkan otak pelaku dan atau dalang dari peristiwa yang telah terjadi, dimana pelaku melakukan dugaan premanisme pengusiran Wartawan. Sementara Anhar Rosal Ketua OKK DPW PWOIN Riau,mengecam keras dimana DPRD kota Pekanbaru diduga mempekerjakan Ade Marton sebagai Tenaga THL, sebagaimana Informasi dan data SK Ade Marton sebagai Tenaga THL dan segera mengembalikan uang Negara kekas Negara,yang jelas diduga melanggar aturan dan peraturan yang telah mempekerjakan Resedevis dan atau mantan Narapidana yang tersandung Pidana Narkotika. pinta Anhar Rosal " Jika tidak segera lakukan pencabutan SK THL Ade Marton, dapat diduga DPRD Pekanbaru pelihara para Napi yang diduga dijadikan sebagai Bodygadnya DPRD. Serta segera tidak mengembalikan pembayaran upah Ade Marton ke Kas Negara, maka DPRD kota Pekanbaru juga dalam menggunakan dana diduga tidak sesuai sasaran sehingga dapat merugikan keuangan Negara." tutup Anhar (Team) Sumber : DPW PWOIN RIAU

DPW PWOIN Riau Minta Tegakkan Undang-Undang Pers, dan Usut Tuntas Pelaku serta Otak Pelaku Pengusiran Wartawan

Please insert your API key for mailchimp.

Image

Download Our Mobile App

Image
Image