Kemendagri Diterpa Kabar Korupsi

Kemendagri Diterpa Kabar Korupsi

Jakarta, alasannews.id.----Kepemimpinan Dr Tito Karnavian di Depdagri mulai hadapi ujian. Menyusul, dugaan Seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) yakni calon Direktur Jenderal Politik dan Kementerian Umum dan Calon Direktur Jenderal Bina Keuangan daerah menjadi sorotan publik. Adapun proses tersebut sudah masuk tahap ketiga pada Senin (11/5/2020). Namun di tengah bergulirnya proses, muncul dugaan hukum yang baru. Hal itu tentu saja menjadi pertanyaan di kalangan publik utamanya pakar hukum terkait proses seleksi calon pejabat tersebut, seperti ditulis detikindonesia. Pasalnya, sang kandidat diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Kabupaten Lampung Tengah, sebagai Direktur Fasilitas Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bahkan terduga, Mochamad Ardian Noervianto sudah masuk keluar Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun yang bersangkutan mangkir dari panggailan penyidik KPK, sebagaimana dilansir merahputih. com, (27/3/2018) Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum, Muhammad Syukur Mandar, SH. MH mengatakan bahwa, dalam suatu proses seleksi pejabat publik ada dua prinsip utama yang dikedepankan. “Pertama, berdasarkan prinsip good governance dan clean governance. Kedua, prinsip inilah yang mendasari setiap proses seleksi pada pejabat publik. Tentu siapapun memiliki hak untuk menjadi pejabat public, sejauh memenuhi syarat yang ditentukan undang-undang,” kata Mandar Syukur yang juga mantan Dekan Hukum Universitas Ibnu Chaldun kepada media ini, di Jakarta, Senin (11/5/2020). “Berkaitan dengan adanya dugaan keterlibatan salah seorang calon dirjen bina keuangan daerah, inisial, MAN, tentu kita harapkan dilihat pada dua kacatama diatas, yang pertama yang bersangkuatan harus cleer, tidak tersangkut apapun bagi setiap calon pejabat. Apalagi dalam lingkungan keuangan Mendagri yang membawahi masalah-masalah keuangan daerah diseluruh Indonesia.” Kedua, harus cleen, artinya dia harus bersih. Tidak tersangkut apapun, sehingga sangatlah menyalahi asas kepatutan jika seorang calon pejatan dilevel dirjen tidak cleen. ” Ini akan menuai masalah, bahwa kita menghargai asas praduga tak bersalah yang harus kita kedepankan. Tetapi bahwa suatu kasus yang sudah ada terpidananya dan kemudian masih mengalami pengembangan kasusnya.” Hal itu menandakan bahwa kasus tersebut berpotensi melahirkan terdakwa baru dan semua kemungkinan itu terbuka,”tegas Muhammad Syukur Mandar ditemui di Kantornya kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Senin (11/5/2020). Oleh karenanya, ia menyarakan agar Tito Karnavian selaku Mendagri punya komitmen, harus sungguh-sungguh menjadi contoh dan berani untuk tidak mengusulkan pejabat dibawah lingkungan kementriannya pada posisi apapun sejauh masih belum cleen. Mengingat beliau adalah pejabat yang punya komitmen untuk itu. Sementara itu,pakar politik sekaligus Dewan Pendiri Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Ir.Hj. Nurul Candrasari Masjkuri, M.Si mempertanyakan proses seleksi calo pejabat di lingkungan kemendagri tersebut. “Kenapa sih harus seperti itu, padahal orang pintar di Indonesia sangat Banyak. Hanya saja orang jujur sulit dicari, tapi kita cari orang yang pandai, cerdas, punya iman, punya kejujuran untuk membangun negara ini. Apalagi sekelas Pak Tito Karnavian kan tidak sulit mencari,” ujar nya. “Kita bicara untuk negara, untuk kepentingan negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Jadi, kita akan curiga bila di pertahankan dan di ajak orang yang tidak benar untuk mengisi kekosongan ini. Apalagi ada calon yang sudah di bidik KPK bahkan mangkir dari jabatan panggilan tersebut. Jadi sepertinya tidak ada orang lagi di tempatkan pada jabatan tersebut,” sesal nya. Lanjutnya, apalagi ini bagian keuangan, yang walaupun ini kita tidak bisa menudu seseorang, karena ada Azas praduga tak bersalah.Artinya ngga mungkin KPK membidik orang tanpa ada salahnya. Jika sudah ada catatan seperti itu, maka perlu dilihat kalau sudah di bidik, jangan lagi di munculkan, nanti akan mengecewakan masyarakat dan ketidakpercayaan publik. “Saya harapkan kepada Pak Tito Karnavian harus menjadi panutan dan menjadi stekholder untuk menegakan kebaikan di negara ini, apalagi Pak Tito di beri amanah ya, sebagai orang yang bisa menjadi orang yang kita bangga, yang memilih orang yang benar – benar dan memberi contoh,” tegas Ir.Hj. Nurul Candrasari Masjkuri, M.Sip. (DI/MA)

Author’s Posts