Nasional

All Stories

Akabri 1996 Gelar Baksos Bantu Warga Terdampak Covid-19

JAKARTA - alasannews.id.--- Alumni Akabri (AD, AAL, AAU dan AKPOL ) Angkatan 96 Bratasena menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona.

. Ketua Angkatan Akpol 96 WiraSatya Kombes Budi Herdi menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak virus corona. "Oleh karena itu Alumni Akabri Angkatan 96 Bratasena akan melaksanakan gerakan bhakti sosial peduli Covid-19," kata Budi, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Selain itu, Budi menekankan, kegiatan kemanusiaan ini juga merupakan lanjutan dari arahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis, soal kepedulian aparat membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Menindaklanjuti imbauan Presiden, Panglima TNI dan Kapolri untuk saling berbagi kepada masyarakat yang terdampak Covid-19," ucap Budi. Dalam kegiatan ini, Budi meminta kepada seluruh alumni Akabri 1996 yang terlibat tetap melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Mulai dari menggunakan masker, physical distancing dan menghindari kerumunan.

Adapun kegiatan bakti sosial alumni Akabri 1996 itu akan digelar serentak pada hari ini Sabtu ( 30/05/2020 ) di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain, 1. Polda Metro Jaya 4.000 paket sembako 2. Polda Sulut 500 paket. 3. Polda Sumbar 1000 paket 4. Polda Babel 500 paket 5. Polda Kepri 1000 paket 6. Polda Kalteng 500 paket 7. Polda Sumut 2000 paket 8. Polda Bali 2000 paket 9. Polda Jabar 2000 paket 10. Polda Jatim 1000 paket 11. Polda Maluku 300 paket 12. Polda Gorontalo 200 paket.

"Total sembako yang kami berikan ke masyarakat adalah kurang lebih sebanyak 15.000 paket," tutup Budi.puan

Akabri 1996 Gelar Baksos Bantu Warga Terdampak Covid-19

Pemerintah Tetapkan 25 Kota Kabupaten untuk Terapkan New Normal, Salah Satunya Kabupaten Buol

Pelaksanaan pendisiplinan akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota dengan harapan kurva penyebaran Covid-19 akan semakin menurun.

Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr. Dipublikasikan pada Selasa, 26 Mei 2020 11:21 WIB

Jakarta, alasannews.id.-----

Presiden Joko Widodo pada Selasa, 26 Mei 2020, pagi meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik. Dalam kunjungan pagi ini, Kepala Negara mengunjungi Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Presiden tampak didampingi oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Azis selama meninjau kondisi stasiun MRT tersebut. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat di mana ketiganya tetap menjaga jarak aman, mengenakan masker, dan dilakukan pemindaian suhu tubuh saat akan memasuki area stasiun. Kepala Negara mengatakan bahwa penerapan prosedur standar yang akan segera dilaksanakan tersebut bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan saat berada di sarana publik. Anggota TNI dan Polri akan disebar ke sejumlah titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol tersebut. “Pagi hari ini saya datang ke Stasiun MRT dalam rangka untuk memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan, lebih mendisiplinkan, masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB,” ujarnya saat memberikan keterangan selepas peninjauan. Pelaksanaan pendisiplinan masyarakat yang akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota tersebut diharapkan akan mengingatkan dan menyadarkan masyarakat sehingga kurva penyebaran Covid-19 akan semakin menurun. “Kita melihat bahwa R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah satu dan kita harapkan semakin hari semakin turun dengan digelarnya pasukan dari TNI dan Polri di lapangan secara masif,” tuturnya. Untuk diketahui, R0 (dibaca R-naught) merupakan metrik epidemiologi yang digunakan untuk menggambarkan penularan agen infeksi. Saat ini, pemerintah tengah berupaya agar angka R0 di sejumlah wilayah berada di bawah satu yang berarti penularan dan pertumbuhan kasus Covid-19 semakin melambat. Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang turut memberikan keterangan menjelaskan bahwa pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan tersebut akan menyasar pada objek-objek keramaian seperti mal, pasar, dan tempat pariwisata yang memungkinkan terjadinya kerumunan. Untuk tahap pertama, pendisiplinan yang akan dilaksanakan dengan kerja sama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tersebut akan dilakukan secara serentak di DKI Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo. “Dari data yang ada, di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut. Yang kita laksanakan adalah pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan kita siapkan tempat mencuci tangan. Mudah-mudahan tahap pertama bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. (BPMI Setpres)

Pemerintah Tetapkan 25 Kota Kabupaten untuk Terapkan New Normal, Salah Satunya Kabupaten Buol

Suasana Shalat Ied Keluarga Besar Yataqi Indonesia

BOGOR, alasannews.id.---- Shalat Ied di Tengah keprihatinan Pandemik Covid-19, tetap dilangsungkan penuh khusuk dan hikmad di Yayasan Taman Qur'an Indonesia (Yataqi) Indonesia, Bogor Jawa Barat.

Melalui mimbar khatib, Al Ustads H Andi Arlin Lc, menggambarkan akan hal-hal yang diwajibkan seorang muslim untuk agar bisa bertemu sang Khalil di Alam akhirat kelak.

Shalat yang dimulai pukul 07.00 WIB, berakhir sekitar sekitar pukul 07.45 yang ditutup dengan khotbah yang bertema Taqtwa !!menggambarkan seorang muslim mncapai sukses dalam berbagai hal.

Shalat yang diikuti puluhan santri ihwan Dan ahwat itu, menjadi moment penting dalam diri seorang muslim yang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasan dan taraweh di malam hari.

Suasana Shalat Ied Keluarga Besar Yataqi Indonesia

Relawan Jokowi MCM-PK Kawal Program Bantuan Sembako dan BLT dari Pemerintah Pusat di Sulsel

Jakarta - Bustan Pinrang Ketua Umum Tim Relawan Nasional Jokowi-Amin 'Masyarakat Cerdas Memilih Kembali Presiden Kita' (MCMPK) akan mengawal program bantuan sembako untuk warga terdampak covid 19 di Sulawesi Selatan. Dimana kata pria yang disapa Bustan ini, bantuan tersebut berupa sembako untuk masyarakat, APK untuk tenaga medis dan uang bantuan langsung tunai (BLT). "Kami para relawan Jokowi akan siap mengawal dan mendampingi pemerintah pusat hingga daerah mendistribusikan bansos untuk rakyat terdampak Covid-19. Saat ini program tersebut sudah turun di Propinsi Sulsel dan didistribusikan," kata H. Bustan Pinrang, Jumat pagi (22/05/2020). Menurut tokoh masyarakat Sulsel asal Pinrang ini, pihaknya tentu mengawal pendistribusian bansos hingga sampai kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya. Jika diperlukan akan membuat semacam Surat Rekomendasi sebagai asas legalitas untuk relawan memantau di lapangan. "Hal ini adalah wujud komitmen kami dalam membantu pemerintah sekaligus mengawal hak rakyat agar tepat sasaran.” tandas Bustan. Hal lain masih seputar pendistribusian Bansos, dikemukakan Bustan tentang potensi penyalahgunaan Bansos yang dipolitisasi oleh oknum kepala-kepala daerah nakal. "Dalam penyaluran bansos, bisa jadi hari ini ada penumpang gelap (Free Rider). Freerider-nya adalah beberapa pejabat daerah memanfaatkan bansos sebagai pork barrell-nya (Politik Gentong Babi) untuk kepentingan politik," terang Bustan. Kata Bustan, penerima bansos di daerah-daerah adalah kantong pemilihannya saja, kemungkinan tersebut terbuka mengingat kontestasi Pilkada 2020 yang ditunda membuat kepala daerah/ petahana mencari modal dengan memanfaatkan dana bantuan tersebut. "Artinya butuh sumber daya publik juga, penanganan Covid ini bisa jadi penumpang gelapnya masuk ke area dana Bansos,” demikian Ridwan utarakan kepada Narasumber. Terakhir kata Bustan, para Relawan Jokowi yang menjadi anggotanya, berkomitmen berjuang kuat bersama rakyat Indonesia, meski saat ini seluruh masyarakat dunia tengah dilanda wabah Pandemi Corona. "Tentu kami terus ikhtiar memperjuangkan hak-hak rakyat untuk terus dilakukan. Salah satunya ikut mengawal penyaluran bansos dari pusat. Ikut juga terlibat membantu masyarakat dengan membagi-bagikan sembako secara swadaya, sebab pandemi covid 19 berdampak pada penghasilan sehari-hari," pungkas Bustan penuh optimis. (red)

Relawan Jokowi MCM-PK Kawal Program Bantuan Sembako dan BLT dari Pemerintah Pusat di Sulsel

New Normal, Sejumlah Ormas Pertanyakan Kedudukan Masjid

Gorontalo, alasannews.id.---- Sejak Bpk Presiden RI Joko Widodo mengumumkan Kehidupan yang akan kembali normal setelah di berlakulannya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam kurun waktu sebulan, banyak pihak yang mempertanyakan kapan kiranya Masjid akan di buka kembalis.

Di ketahui dari beberapa Informasi yang beredar bahwa The New Normal atau Kehidupan Normal kembali akan mulai di laksanakan pada 1 Juni 2020 mendatang dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan. Dalam info yang beredar tersebut tidak di sebutkan kapan pastinya Masjid bisa di buka untuk Jama'ah Umum.

Pertanyaan demi pertanyaan datang dari berbagai Activis, Organisasi Islam, Tokoh Agama juga kalangan Masyarakat ikut mempertanyakan hal tersebut. Di nilai bahwa Pemerintah hanya lebih memperhatikan masalah Aspek Ekonomi namun tidak memperhatikan masalah Umat, yang seharusnya guna mengakhiri wabah ini perlu dengan ikhtiar dimana beribadah dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah salah satu bentuk ikhtiar yang paling penting.

Belajar dari wabah yang pernah terjadi di zaman Rasulullah, meskipun suatu daerah di lakukan lockdown namun ibadah2 di masjid tetap di hidupkan bahkan perlu di tingkatkan jumlah jama'ahnya. Mendekatkan diri ke Tuhan adalah bentuk ikhtiar yang sangat penting mengingat bahwa segala musibah apapun datang atas kehendakNYA.

Masyarakat kaum muslimin sangat berharap jika nanti Kehidupan Normal kembali di berlakukan semoga Masjid masuk pada cakupan yang di atur oleh Pemerintah. Jangan hanya masalah ekonominya yang di pikirkan tetapi masalah jiwa ummat juga perlu, tandas salah seorang Tokoh Agama yang berada di Provinsi Gorontalo.

Vidya

New Normal, Sejumlah Ormas Pertanyakan Kedudukan Masjid

Polisi Kembali Berhasil Ungkap Sabu Hampir 1 TON di Serang Banten, Kali ini Jaringan Timur Tengah

 

SERANG , alasannews.id.---- Satgasus Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan Narkoba jenis sabu seberat 821 kilogram di salah satu ruko di Jalan Raya Takari lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu (23/5/2020) .

Sabu seberat hampir satu ton tersebut disimpan dalam ruko yang berada di pinggir jalan ditengah permukiman warga. Sabu tersebut dibungkus menggunakan plastik bening, plastik di bungkus lakban coklat dan ratusan boks plastik .

"Hari ini kita rilis terkait dengan pengungkapan jaringan narkotika internasional dari Timur Tengah yang tadi malam bisa kita tangkap kurang lebih jam 18.30 WIB,"kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Listyo mengatakan, pengungkapan jaringan narkotika internasional dari Timur Tengah tersebut diawali oleh penyelidikan yang cukup panjang kurang lebih hampir 4 bulan dimulai dari awal bulan Desember oleh anggota Satgasus Bareskrim Polri. Pada bulan Januari pihaknya berhasil mengungkap 288 kilogram sabu dan mengamankan 3 orang tersangka.

Lanjut Listyo, Dari situ pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mendapatkan informasi terkait jaringan Timur Tengah akan melakukan transaksi kembali. Kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian dan akhirnya mendapati target sedang memindahkan sabu ke dalam boks. Untuk mengelabui petugas, sambung Listyo, para tersangka mencoba mencampur sabu tersebut dengan buah asam ranji. 

 Caranya sudah dikemas dengan berbagai macam kemasan seperti dibungkus plastik, lakban, dan menggunakan kemasan tempat makanan lalu ditimbun dengan asam Jawa. "Personel berhasil menyergap dan mengamankan dua tersangka inisial BA Warga Negara Pakistan AS Warga Negara Yaman," katanya.

Listyo menjelaskan, bahwa narkotika jenis sabu yang berasal dari Iran tersebut masuk ke Kota Serang, Banten melalui jalur tikus di wilayah pantai Selatan Banten pada dua minggu yang lalu menggunakan kapal. Kedua tersangka telah menjalani bisnis gelap di Indonesia tersebut selama 2 tahun. 

TersangkaBA dan AS masuk ke Jakarta dari tahun 2011, mereka sudah sering masuk ke Indonesia dan berprofesi menjual barang rempah-rempah, domisilinya berpindah-pindah ke beberapa kota antara lain Surabaya-Jakarta dan mereka biasanya tinggal di apartemen-apartemen sewa," katanya Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 114 UU Narkotika dengan Ancaman hukumannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.puan

Polisi Kembali Berhasil Ungkap Sabu Hampir 1 TON di Serang Banten, Kali ini Jaringan Timur Tengah

Panglima TNI Dan Kapolri: Silaturahmi Tulus Tanpa Berjabat Tangan, Walau Berjauhan Tetap Saling Mendoakan

Jakarta, alasannews.id.—- Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriah atau lebaran tahun 2020 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran masih mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan agar masyarakat tetap bersilaturahmi dengan hati yang tulus meskipun tanpa berjabat tangan. “Tidak terasa ramadhan berlalu. Diiringi doa semoga puasa kita diterima Allah SWT, kita bersilaturahmi yang tulus tanpa berjabat tangan,” kata Hadi dalam video ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1441 hijriah. Sementra itu, Kapolri Jenderal Idham Azis memyampaikan meskipun tak bertemu langsung dengan sanak keluarga dalam suasana lebaran, masyarakat harus tetap saling mendoakan dari kejauhan. Idham mendoakan agar keberkahan selalu diberikan kepada masyarakat hingga bisa bertemu dengan ramadhan di tahun berikutnya. “Walau berjauhan tetap saling mendoakan. Keberkahan dan kesehatan, serta dipertemukan dengan ramadhan berikutnya,” tandas Idham.

Panglima TNI Dan Kapolri: Silaturahmi Tulus Tanpa Berjabat Tangan, Walau Berjauhan Tetap Saling Mendoakan

Presiden Jokowi Salat Idulfitri di Halaman Wisma Bayurini, Istana Bogor

Bogor, alasannews.id.---- Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan salat Idulfitri 1441 H di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, pada Minggu pagi, 24 Mei 2020.

Presiden dan Ibu Iriana bersama putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep melaksanakan salat Idulfitri berjamaah yang dipimpin oleh Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor Muhammadun pada pukul 06.32 WIB. Dalam khotbahnya yang bertema "Idulfitri Momentum Hijrah", Muhammadun menyampaikan Idulfitri adalah momentum untuk menghapus segala dosa dan kesalahan, dan momentum untuk hijrah menuju kebaikan.

“Jika sebelum Ramadan, kita saling bermusuhan, saling menghina satu sama lain, banyak melakukan kesalahan. Maka setelah hari raya Idulfitri ini, mari kita komitmen untuk memperbaiki diri, saling rukun, saling bermaafan, saling bersatu dan saling mempererat persaudaraan,” ucap Muhammadun.

Lebih lanjut Muhammadun mengingatkan bahwa sebagai sesama muslim adalah bersaudara, sehingga harus saling berbuat baik. “Semoga hari raya Idulfitri ini, menjadikan momentum bagi kita untuk semakin baik, semakin rukun, semakin bersatu, cinta damai, mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” kata Muhammadun.

Dalam salat Idulfitri kali ini, tampak juga beberapa perangkat melekat, antara lain Komandan Grup A Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Kolonel Inf Achiruddin, Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini, Asisten Ajudan Presiden Lettu Inf Mat Sony Masturi, dan Pengawal Pribadi Presiden Lettu Inf Windra Sanur.

Sementara Muhammadun yang menjadi imam dan khatib pada salat Idulfitri ini, selain menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor, sehari-hari ia bertugas sebagai anggota tim pengamanan internal Istana Kepresidenan Bogor. Adapun bertindak sebagai Bilal yaitu Herawan yang juga merupakan pegawai Istana Kepresidenan Bogor. Setelah melakukan salat sekitar pukul 06.52 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi beserta Kaesang Pangarep kembali ke Wisma Bayurini.

Bpmi/puan

Presiden Jokowi Salat Idulfitri di Halaman Wisma Bayurini, Istana Bogor

Lebaran Prihatin di tengah pandemi Covid 19 harus tetap bersyukur dan berbahagia

Lbaran Prihatin di tengah pandemi Covid 19 harus tetap bersyukur dan berbahagia Jakarta, alasannews.id.----- Lebaran Idul Fitri tahun 2020 ini sangat berbeda dengan lebaran tahun tahun sebelumnya, biasanya lebaran identik dengan kumpul bersama keluarga, makan ketupat, dan mengenakan baju baru Ungkap Yuliana Bendum Ramai Foundation dan kordinator Gerakan Indonesia Madani Pusat saat di temui di kantornya. Namun dampak ekonomi wabah virus corona membuat sebagian orang tak bisa melakukan berbagai tradisi perayaan yang menjadikan lebaran hari yang istimewa. Hal ini ditinjau dari segi kesehatan, sosial maupun keagamaan .mengharuskan banyak wilayah ditanah air melaksanakan sholat idul fitri dirumah masing masing ujarnya Menurut survei pemerintah, lebih dari dua juta pekerja dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi. Sebanyak 40% usaha mandiri terhenti, dan 52% mengalami penurunan kegiatan produksi. Seperti Dilansir dari kompas.com Kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian membuat acara makan-makan dan baju lebaran yang biasa dilakukan menjadikan sebuah hal kemewahan yang terkadang sulit untuk dibeli. Belum lagi, larangan mudik berarti banyak orang yang terpisah dari keluarga mereka pada hari raya. Ucap yuliana Sebenarnya ada hikmah yang bisa diambil pada masa pandemi ini. Kata Yuliana, masyarakat bisa menciptakan kebiasaan positif yang baru. Contohnya, seorang ayah yang selama ini tidak sempat menjadi imam shalat di rumah bisa membiasakan diri menjadi imam. Dan tentunya lebih banyak waktu untuk membaca alquran juga. Menurut Yuliana, menahan diri ,merupakan salah satu jalan untuk mencapai ketakwaan. Di bulan Ramadhan ini, tidak hanya lapar dan dahaga yang perlu ditahan. Masyarakat juga perlu menahan diri dari pikiran, tindakan, dan perilaku yang dapat merugikan orang lain. Harapan Yuliana semoga pandemic covid ini segera berakhir semua masyarakat sehat dengan berpedoman pada protocol kesehatan covid 19 dan tak lupa ucapkan Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu 'alaik selamat Hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H.Insyallah seluruh amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah SWT dan dipertemukan Ramadhan tahun tahun berikutnya amin yra.

Lebaran Prihatin di tengah pandemi Covid 19  harus tetap bersyukur dan berbahagia

Angin Puting Beliung Hancurkan Ratusan Rumah Penduduk di Kecamatan Tulang Bawang Lampung

 

Tulangbawang, Alasannews.id.---- Hempasan angin puting beliung yang menghantam wilayah Unit 2 dan 3 di daerah Tulang Bawang meluluh lantakan puluhan rumah di Tulang Bawang, Rabu (20/5/2020).

Dari video dan foto yang diterima Awak media, terlihat ratusan rumah warga rusak berat setelah dihantam angin puting beliung. Belasan sepeda motor tertimpa pohon tumbang. Akibat kejadian tersebut puluhan rumah warga dan fasilitas umum di Kawasan Kampung Dwi Warga Tunggaljaya rusak parah disapu angin yang disertai hujan deras. 

Diliat dari foto dan video yang beredar di WhatsApp Group (WAG), juga terlihat awan pekat seperti ombak di atas langit sebelum ada kejadian angin putting beliung ini Warga tidak menyangka bencana tersebut melanda kawasan permukiman mereka.

Musibah tersebut membuat warga mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah karena kondisi rumah rusak parah. Bahkan, beberapa diantaranya rata dengan tanah.

Saat dikomfirmasi melalui telp seluler oleh Alasannews, salah satu warga setempat, Bang Min,mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar 14.25 WIB, dimana pada saat itu diawali hujan deras disertai kilat.

"Tak berselang lama tiba-tiba angin kencang datang dan merusak rumah warga yang lokasinya di belakang Pasar Unit 2 Tulang bawang. Kami semua kaget dan berhamburan keluar rumah saat angin kencang tersebut merusak.rumah kami, durasinya sekitar 15 menit," ujar bang Min.

Sampai berita ini diturunkan di daerah kelurahan Tri Tunggal Jaya diketahui jumlah korban satu jiwa dan 100 Rumah warga di kelurahan Tri Tunggal Jaya rusak akibat angin puting beliung tersebut ujar Bang Min di akhir wawancara dengan awak media.

.penulis:

yuliana

Angin Puting Beliung Hancurkan Ratusan Rumah Penduduk di Kecamatan Tulang Bawang  Lampung

Please insert your API key for mailchimp.

Image

Download Our Mobile App

Image
Image